Aku melangkah mengejar cahaya
Ingin rasanya berlari…
Agar sang cahaya selalu menjadi
lentera arah
Secepat apapun melangkah…
Surya hanya berusia separuh asa
Yang tersisa hanya cita yang
tersita
Hanya durjana yang dibalut jumawa
Menunggu terbitnya paruh asa
Cita yang membuat jumawa sirna
Dan durjana terbakar dalam asmara
Dialah wanita senja
Rembulan lentera kelam
Rona wajahmu tersipu
Karena wanita senja
Menjadi tongkat kala kegelapan
Bisa menemani walau mentari
menguasai terang
Untuk meraih cita bersama
Tubuh
yang rusak
Kala
nafas mulai berburu mengejar gerak statis dunia
Menembus
batas kedurhakaan
Mengarungi
lautan kehinaan
Menghancurkan
lumbung kepalsuan
Menancapkan
tombak kejujuran
Membangun
istana persahabatan
Terkunci dalam kenistaan
sungai cipinang meluap dahsyat tahun ini
sedahsyat luapan sungai ciliwung
segarnya es blewah tak lagi kurasakan
membuat dahagaku kian mencekik
tapi ada setetes darah perjuangan baru
dalam memperjuangkan seni…
atau sebongkah sabun di carrefour kramat jati
satu persatu orang yang berarti dalam hidupku mulai pergi menjauh
bahkan beberapa diantaranya menjauh karena masalah
seringnya kasus ini membuatku harus berfikir
apa salahku?
mengapa salahku?
dimana salahku?
dan sampai tulisan ini dibuat,
aku belum mendapatkan jawaban yang signifikan
Rahasia itu tetap terjaga
Indahnya memory yang ada
Namun,
Diriku sudah tak kuasa
Untuk kembali berjumpa
lupe…
ngarep aje gue lupe
lupe ame sejarah
lupe ame legenda
lupe ama khayalan
pokoknye….
lupe aje
bubay deh
mata…
telinga…
hidung…
rasa…
dan karsa…
kaulah Indra…
kenapa?…
kau tak bisa sirna….
kaulah Indra….
kenapa?…
kau terus membayang
aku merebah dalam dipan
sungguh…
jiwaku melayang
disebuah selasa malam yang lain
kubuka diariku
kulukiskan kalimat padanya
aku bukan pesulap
yang bisa merubah hidup
aku bukan dewa
yang bisa menentukan takdir
aku hanyalah
pendengar suara-suara dalam kepala
yang menuntunku
yang mengajariku
apa arti dan jalan hidupku
hujan pancaroba…
hilangnya kupu-kupu
hujan datang menunggu kupu-kupu pergi
atau…
kupu-kupu pergi karena akan hujan?
apapun alasannya…
semua tak berarti
karena kupu-kupu telah pergi
da hujanpun telah datang
kebodohan memang mutlak
kecerdasan merupakan kebodohan yang relatif
aku memang bodoh
bodoh karena kecerdasanku
kebohongan memang mutlak
kejujuran itu kebohongan yang relatif
aku memang jujur
jujur atas kebohonganku