di tengah rimba aku terjaga
di tengah rimba aku tersesat
aku hanya mendengar kicau burung
aku hanya mendengar desir angin
kemana aku akan melangkah
kemana aku menentukan jalan
suatu dilema dalam kepalsuan
suatu bentuk nyata dari bayang semu
aku telah belajar memahami
aku telah berusaha mengerti
rimba yang penuh dengan kesadaran palsu
rimba yang meyakini kebenaran semu
aku hanya ingin bersenggama dengan cita-cita
yang selalu kuperjuangkan hingga saat ini
pendorong semangat yang tiada padam
tapi ternyata…
aku hanya bermasturbasi dengan harapan
orgasme semu dalam sesaat
lalu hilang ditelan kesadaran
bunda menangis
aku pun menangis
bunda tertawa
aku pun tersenyum
bunda marah
aku pun marah
aku punya seorang teman
sebut saja namanya aulia
sebuah entitas kebesaran ilahi
dan bukti keadilan ilahi
sebuah gelar sarjana
serta keahlian dalam memetik gitar
sebuah kepolosan
serta ketulusan hati
cerdas walaupun sedikit lama dalam berfikir
terkadang menyebalkan
namun sering dibutuhkan
manusia dengan optimisme tinggi
namun sering gegabah dalam bertindak
subhanallah
wallahua’lam
puji syukur atas kebesaranmu
aku terjebak dikeramaian
aku terduduk…
aku terpojok…
aku menelan hasrat
menunggu asa yang mulai sirna
Hujan mendera kala senja
Angin menderu seakan menggebu
Suhu pun berlutut dihadapan senja
waktu pun tersungkur tak berdaya
menghadapi kedigdayaan cuaca
meratapi….
dan hanya terpana
dan semua pun tak bergerak
Ya Allah
kenapa kau uji aku
kenapa kau uji keluargaku
kenapa kau uji bangsaku
kenapa kau uji agamaku
Wallahualam
sunyi….
sepi yang terbentuk tanpa iringan
sirna akibat sebuah kejenuhan
lenyap dalam suara kedurjanaan