menunggu hujan
hai hujan…
tolonglah aku
sudah terlalu lama matahari menyiksaku
sudah terlalu lama panas membakarku
hai hujan…
kapan kau datang
membasahi lingkunganku
menyejukkan hatiku
You are looking at posts that were written in the month of August in the year 2006.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jul | Sep » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
hai hujan…
tolonglah aku
sudah terlalu lama matahari menyiksaku
sudah terlalu lama panas membakarku
hai hujan…
kapan kau datang
membasahi lingkunganku
menyejukkan hatiku
kapan kita bersatu?
itu hanya masalah waktu
saat kita tersenyum
saat kita saling menyapa
walau dalam duka
walau dalam suka
walau tua mengancam kita
kaulah sari hidupku.
kau telah berjanji.
akan menjaganya.
kau bilang mampu.
untuk berkorban.
tapi mengapa?
kau menghilangkannya.
walau kau menangis.
walau kau menyesal
dia akan tetap hilang.
yang kau perlukan.
hanyalah menghukum penyebabnya.
aku akan memaafkanmu.
karena kaulah sari hidupku.
aku merasa matahari semakin dekat.
dunia semakin panas.
keringat dingin terus mengucur
aku semakin bimbang.
aku semakin bingung.
aku merasa dikelilingi neraka
yang selalu membuatku merasa bersalah
walau bergerak dalam kegelapan
galaksi hijrah tetap berkelana
dengan sejuta pesona dalam lingkungannya
serta belasan planet dalam rotasinya
planet puspa yang berwarna ungu
dengan tiga satelit yang membentuk garis mata
dialah primadona galaksi
dengan keindahan warnanya
bintang matahari yang menjadi sentral
memiliki bayangan seperti senyum wanita
cahayanya memang tidak terang
namun membayangi seluruh lingkungan galaksi
komet kristal yang indah
yang terus bergerak keluar dari galaksi
mencoba menipu dengan arah ekor terbalik
seakan ia mendekati matahari
jutaan meteor ankarin
yang siap menghujani seluruh isi galaksi
yang akan mencampakkan diri menjadi batu
setelah berhasil melawan grafitasi
es blewah…
manis…
sejuk…
dan segar…
mengembalikan semangatku yang hilang
buah durian…
harum…
menggoda…
namun tajam…
selalu menantangku untuk mencobanya
rujak bengkoang…
pedas…
nikmat…
serta segar…
hingga menarikku untuk doyan padanya
namun…
tak mungkin aku makan ketiganya
karena…
tidak ada es bengkoang yang harum
tidak ada buah blewah yang pedas
tidak ada rujak durian yang manis