Suatu Hari
Aku berjalan menyusuri keteraturan
Aku berjalan melewati kehampaan
Aku berjalan menghampiri kedamaian
You are looking at posts that were written in the month of February in the year 2006.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | Mar » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | |||||
Aku berjalan menyusuri keteraturan
Aku berjalan melewati kehampaan
Aku berjalan menghampiri kedamaian
try to stay alive
until i hear your voice
i’m gonna lose my mind
someone tell me why
i choose this life
this superficial lie
constant compromise
endless sacrifice
moments wasted
isolated
time escaping
endless sacrifice
* taken from DreamTheater song (Endless Sacrifice)
KUTUNGGU, APA YANG AKU TIDAK TAHU
KUNANTI, APA YANG PERNAH KUSAYANGI
KUSADARI, APA YANG TELAH PERGI
aku terlahir sebagai bunga matahari
kala siang…
aku selalu menghadap matahari
kala malam…
aku selalu merindukan matahari
banyak bintang dimalam hari
rembulanpun selalu setia menemani
tapi aku menanti…
untuk dapat memandang matahari lagi
walau sang putik telah bertemu serbuk sari
walau kumbang terus datang menggoda
aku tetap bunga matahari
yang terus menanti datangnya matahari
ditengah malam penuh bintang
ditengah malam dengan cahaya bulan
* thank’s to yudith for the title
Kurenungi kelam
saat kuterbayang
Kutarik napas panjang
dan kutersenyum
Kenapa kau begitu kejam
wahai pahlawan